🗺 NABI ADAM عليه السلام DIKELUARKAN DARI SURGA 🏞
✍🏻 Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc حفظه الله

Iblis telah bersumpah akan menghalangi manusia dari jalan Allah. Dengan berbagai cara, ia berusaha menyesatkan manusia. Namun, Allah سبحانه وتعالى tidak membiarkan manusia begitu saja diperdaya oleh Iblis.
Bagi keturunan Adam عليه السلام yang terpilih,
🔳 Allah سبحانه وتعالى tidak akan menguasakan Iblis atas mereka.
🔳 Allah سبحانه وتعالى membekalinya dengan senjata yang tidak mungkin musuh bisa menandinginya, yaitu kesempurnaan iman dan tawakal mereka kepada Rabb-nya.
Allah سبحانه وتعالى berfirman,
إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ
“Sungguh mereka tidak memiliki kekuatan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabb mereka.” (an-Nahl: 99)
🔳 Allah سبحانه وتعالى juga membantu mereka dalam menghadapi musuh yang nyata itu.
Di antaranya ialah dengan Dia menurunkan kitab-kitab yang mencakup ilmu yang bermanfaat, nasihat yang mengena yang memberi semangat untuk melakukan kebajikan dan memperingatkan dari kejelekan.
🔳 Allah سبحانه وتعالى juga mengutus para rasul yang membawa kabar gembira kepada mereka yang beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan menaati-Nya.
Di samping itu,
🔳 Allah سبحانه وتعالى juga memperingatkan orang-orang kafir yang mendustakan dan berpaling dari Allah dengan berbagai macam hukuman.
🔳 Allah سبحانه وتعالى menjamin bahwa orang yang mengikuti petunjuk yang terkandung di dalam kitab-Nya yang dibawa oleh rasul-Nya tidak akan tersesat di dunia dan tidak sengsara kelak di akhirat.
Tidak pula dia akan merasa takut, tidak pula tertimpa perasaan sedih.
🔳 Allah سبحانه وتعالى membimbing mereka melalui kitab-Nya dan para rasul-Nya kepada hal-hal yang bisa melindungi mereka dari musuh yang nyata ini.
🔳 Allah سبحانه وتعالى pun menerangkan kepada hamba-Nya tentang misi yang dibawa oleh setan dan strateginya dalam menjaring manusia ke dalam perangkapnya.
🔳 Allah سبحانه وتعالى juga membimbing mereka kepada jalan yang menyelamatkan mereka dari kejahatan setan dan fitnahnya.
🔳 Allah سبحانه وتعالى juga membantu mereka dengan pertolongan yang di luar kemampuan mereka.
Artinya, ketika mereka mengeluarkan segala daya upaya dan meminta bantuan kepada Allah سبحانه وتعالى, jalan mana saja yang dituju akan mudah bagi mereka.
Setelah itu,
🔳 Allah سبحانه وتعالى menyempurnakan nikmat kepada Adam عليه السلام dengan menciptakan Hawa, istrinya, dari dirinya dan jenisnya. Ini dimaksudkan agar tercapai ketenangan dan tercapai pula tujuan-tujuan lain, seperti pernikahan, kebersamaan, dan adanya anak keturunan.
🔳 Allah سبحانه وتعالى memperingatkan Adam dan istrinya agar berhati-hati dari setan karena sesungguhnya setan adalah musuh bagi mereka berdua. Jangan sampai Iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga.
Ketika itu,
🔳 Allah سبحانه وتعالى mempersilakan mereka makan buah-buahan apa saja yang ada di dalam jannah dan menikmati segala kenikmatan yang ada padanya, kecuali pohon tertentu yang dilarang. Allah سبحانه وتعالى mengatakan kepada mereka berdua,
وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Dan jangan kalian dekati pohon ini sehingga kalian menjadi orang-orang yang zalim.” (al-A’raf: 19)
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعۡرَىٰ ١١٨ وَأَنَّكَ لَا تَظۡمَؤُاْ فِيهَا وَلَا تَضۡحَىٰ ١١٩
“Sungguh engkau tidak akan lapar padanya dan tidak telanjang, dan sungguh engkau tidak akan dahaga padanya dan tidak tertimpa panas matahari.” (Thaha: 118—119)
Keduanya tinggal di jannah selama waktu yang dikehendaki oleh Allah سبحانه وتعالى dengan segala kenikmatannya. Akan tetapi, musuh mereka berdua terus mengintai dan mencari kesempatan.
Ketika setan melihat senangnya Adam di dalamnya dan keinginannya yang besar untuk tetap tinggal di dalamnya, setan datang dengan cara yang lembut.
Dia berlagak seolah orang yang jujur sedang menasihati. Ia katakan, “Wahai Adam, apakah engkau mau kutunjukkan sebuah pohon, yang jika kamu memakannya, kamu akan kekal di jannah ini dan akan langgeng kerajaan ini serta tidak akan rusak❓”
Terus-menerus ia rayu Adam عليه السلام. Ia janjikan, ia bisikkan, ia berikan harapan, dan seolah-olah terus memberikan nasihat padahal itu adalah penipuan yang besar.
Akhirnya, setan pun berhasil menipu mereka berdua. Keduanya pun makan dari pohon terlarang itu.
Ketika makan, terlepaslah pakaian mereka berdua sehingga terlihat auratnya. Akhirnya keduanya cepat-cepat mengambil daun-daun jannah untuk menutupi badan mereka yang telanjang sebagai pengganti pakaian mereka.
Seketika itu pula tampak hukuman Allah سبحانه وتعالى atas maksiat yang mereka lakukan.
Allah سبحانه وتعالى lalu menyeru mereka berdua,
وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمۡ أَنۡهَكُمَا عَن تِلۡكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Tidakkah Aku telah melarang kalian berdua makan dari pohon ini dan Aku katakan kepada kalian berdua sungguh setan adalah musuh yang nyata buat kalian berdua❓” (al-A’raf: 22)
Kemudian Allah سبحانه وتعالى tumbuhkan pada hati mereka tobat yang sungguh-sungguh.
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِۚ
“Adam memperoleh beberapa kalimat dari Rabb-nya.” (al-Baqarah: 37)
Lalu keduanya berkata,
رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
“Wahai Rabb kami, sungguh kami telah berbuat zalim pada diri kami. Jikalau Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, benar-benar kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” (al-A’raf: 23)
Allah سبحانه وتعالى menerima tobat mereka dan menghapus dosa yang telah menodai mereka. Akan tetapi, keluar dari jannah sebagai konsekuensi memakan dari pohon itu, sudah menjadi keputusan yang pasti.
Keluarlah mereka ke bumi; suatu tempat yang kebaikannya dicampuri dengan keburukan, kesenangannya dicampuri dengan kesusahan.
Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada keduanya bahwa Dia pasti akan memberikan cobaan pada keduanya dan anak cucunya, serta orang-orang yang beriman.
Yang beramal saleh akan mendapatkan balasan yang baik. Sebaliknya, yang mendustakan lagi berpaling, akibatnya adalah kesengsaraan yang abadi dan azab yang kekal.
Allah سبحانه وتعالى mengingatkan anak cucu Adam tentang hal itu,
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٰتِهِمَآۚ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ
“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan seperti telah mengeluarkan ayah ibu kalian dari jannah. Dia tanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat.
Sesungguhnya ia dan pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka.” (Al-A’raf: 27)
Allah سبحانه وتعالى kemudian mengganti pakaian yang ditanggalkan oleh setan dari Adam dan Hawa dengan pakaian yang menutupi aurat mereka dan menghiasi mereka secara lahir.
Allah juga mengganti dengan pakaian yang lebih baik dari itu, yaitu pakaian ketakwaan: pakaian hati dan rohani, berupa iman, keikhlasan, tobat, dan perhiasan berupa segala akhlak yang indah serta menanggalkan segala akhlak yang hina.
Dari Adam عليه السلام dan istrinya, Allah سبحانه وتعالى menebarkan anak keturunan yang banyak di muka bumi, laki-laki maupun perempuan. Allah سبحانه وتعالى mengganti mereka generasi demi generasi agar Dia lihat apa yang mereka lakukan.
Faedah Yang Dipetik:
1️⃣ Allah سبحانه وتعالى menjadikan kisah ini sebagai ibrah untuk kita, yaitu bahwa sesungguhnya sombong, dengki, dan ambisi merupakan akhlak yang berbahaya bagi seorang hamba.
Kesombongan dan kedengkian Iblis membawanya kepada apa yang kita lihat. Demikian juga keinginan kuat Adam عليه السلام dan istrinya, mengantarkan mereka memakan buah pohon larangan Allah سبحانه وتعالى.
Kalaulah rahmat Allah سبحانه وتعالى tidak segera menyelamatkan, sungguh perbuatan mereka itu akan mengantarkan pada kebinasaan.
Akan tetapi, rahmat-Nya segera menyempurnakan yang kurang, memperbaiki yang rusak, menyelamatkan yang binasa, dan mengangkat yang telah jatuh.
2️⃣ Kisah Adam عليه السلام ini membantah teori evolusi Darwin, bahwasanya manusia berasal dari kera.
3️⃣ Seseorang yang terjatuh dalam perbuatan dosa, hendaknya cepat-cepat bertobat kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan Adam dan Hawa.
Sebab, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah tersebut untuk kita teladani.
والله عالم.
Sumber Bacaan:
🔳 Taisir al-Lathifil Mannan, karya Syaikh Abdurrahman as-Sa’di
🌏📕 Sumber ||
https://asysyariah.com/nabi-adam-dikeluarkan-dari-surga/
🌏📕 Sumber ||
Majalah Asy Syariah Edisi 03









